PUANPERTIWI
Beauty

Atasi Bekas Jerawat Dengan Teknologi Terbaru

Jakarta, puanpertiwi.com- Jerawat memang menjadi momok menakutkan, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Selain karena mengganggu penampilan, jerawat juga kerap menyiksa karena terkadang menimbulkan rasa sakit, kemerahan, dan yang paling mengkhawatirkan adalah bekas yang ditinggalkan sulit untuk dihilangkan.

Pada dasarnya, jerawat adalah penyakit peradangan kronis pada pori-pori folikel rambut yang tersumbat dan sering ditandai dengan terbentuknya beberapa kondisi seperti komedo, papul, pustul, dan nodul. Masalah jerawat yang sering terjadi pada umumnya adalah jenis akne vulgaris. Masalah jerawat jenis akne vulgaris rentan dialami oleh laki-laki dan perempuan di masa remaja atau masa puber. Pada perempuan berusia 14-17 tahun sendiri, presentasenya mencapai 83 hingga 85%, sedangkan pada laki-laki berusia 16-19 tahun mampu mencapai 95 – 100%.

JERAWAT TERHADAP TEKSTUR KULIT

Karena pertumbuhan jerawat pada umumnya terjadi pada usia remaja, maka tak jarang untuk perawatannya pun tidak diperhatikan dengan baik. Sedangkan jerawat yang tidak segera diobati atau ditangani, maka akan berkembang dalam jangka panjang dan dapat meninggalkan luka bekas jerawat.
Luka bekas jerawat atau yang biasa disebut dengan bopeng atau skar jerawat pada dasarnya adalah kondisi yang terjadi akibat kerusakan jaringan kulit dari masalah jerawat non-inflamasi maupun inflamasi setelah proses penyembuhan terjadi. Terdapat dua macam tipe dasar bekas jerawat, yaitu parut atrofi yang terdiri dari ice pick scar, rolling scar dan boxcar serta parut hipertrofik dan keloid.

ATASI DENGAN ACNE SCAR TREATMENT

Sebagai Klinik spesialis kulit, ERHA yang September lalu tepat berusia 20 tahun, terus memahami kebutuhan wanita Indonesia untuk tetap memiliki kulit sehat dan cantik terawat. Termasuk dalam penanganan masalah jerawat, yang menjadi salah satu masalah kulit paling sering dijumpai pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Erha terus berinovasi memberikan kualitas yang terbaik untuk menangani masalah jerawat dan bekas jerawat, guna memberikan hasil yang terbaik pula.

“Jerawat pada umumnya dialami di usia remaja. Namun jerawat yang tidak segera diatasi, dapat berlanjut pada masalah selanjutnya yakni bekasnya, atau biasa disebut dengan bopeng atau skar jerawat. Skar jerawat ini merupakan bekas luka yang terlihat di wajah akibat proses peradangan pada jerawat. Skar jerawat biasanya berupa lekukan dangkal di kulit seperti kawah, ada yang berukuran kecil, sedang hingga cukup besar. Kulit tampak bolong-bolong sehingga permukaan kulit terlihat tidak mulus. Ini biasanya muncul ketika suatu proses di kulit terjadi hingga ke lapisan dermis kulit. Peradangan parah atau munculnya bekas jerawat bisa terjadi karena luka setelah memencet, teknik facial yang keliru, pengobatan jerawat yang tidak tepat atau pun membiarkan jerawat sembuh dengan sendirinya. Sayangnya, tidak ada produk skincare/topikal untuk mengatasi skar jerawat ini. Tapi, saat ini kita bisa mendapatkan tindakan medis untuk memperbaiki tekstur kulit akibat bekas jerawat. Salah satunya dengan Acne Scar Treatment yang dimiliki oleh Erha, yakni Acne Scar Treatment by Auto Microneedle dan Acne Scar Treatment by Microneedle RF. ” jelas dr. Shinta Damayanti, SpKK
Acne Scar Treatment, Inovasi dari Erha saat pressconference di Klinik Erha, Pondok Indah, Selasa, (8/10/19).

1. Auto Microneedle
Auto Microneedle adalah generasi baru dari kombinasi teknologi yang muncul dengan menggabungkan jarum-jarum halus (Auto Microneedle Therapy System) dan elektroporasi untuk memasukan serum secara efektif ke dalam lapisan bawah epidermis kulit. Metode ini juga dikenal juga sebagai terapi induksi kolagen. Luka-luka kecil yang terjadi pada kulit akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen. Kolagen baru ini akan membuat kulit wajah lebih halus. Serum yang digunakan berguna untuk membantu merangsang produksi kolagen baru tersebut.
Kelebihan Auto Microneedle dibandingkan dengan treatment sederhana yang saat ini umum dilakukan untuk memperbaiki skar jerawat adalah, Auto Microneedle lebih aman karena kerusakan epidermis lebih sedikit; lebih higienis karena menggunakan jarum baru yang selalu diganti setiap tindakan, dan hasil yang lebih baik karena penetrasi serum yang lebih maksimal. Hal ini dikarenakan serum yang dimasukan ke dalam kulit menjadi lebih efektif karena dihantarkan melalui jarum-jarum halus dengan kedalaman jaringan di dalam wajah yang diinginkan.

2. Microneedle RF
Microneedle RF merupakan teknologi RadioFrequency termuktahir dan terinofatif yang telah mendapatkan sertifikasi dari US FDA dan dinobatkan sebagai The Best Anti-Aging Treatment oleh My Face My Body Awards 2018, USA (Media Global yang paling bergengsi dalam Industri Estetika).
Microneedle RF menggunakan Microneedle berbalut emas murni 24K untuk menghantarkan gelombang RadioFrequency langsung kepada lapisan kulit yang paling dalam sehingga perawatan dengan Microneedle RF dapat memberikan hasil klinis yang signifikan dan permanen, serta resiko masa pemulihan dan efek samping yang kecil sekali bahkan tidak ada sama sekali.
Microneedle RF bekerja dengan cara menghantarkan gelombang radiofrequency menggunakan jarum-jarum halus dan kecil yang dilapisi emas murni 24K, dan dapat mencapai kedalaman hingga 3,5mm pada kulit. Teknologi RF ini memanaskan jaringan dengan akurat dan merata sehingga menciptakan Kolagen dan Elastin baru pada bagian kulit terdalam tanpa melukai bagian kulit yang dangkal. Kolagen dan Elastin baru ini akan terbentuk secara utuh dalam waktu tiga sampai enam bulan kedepan, sehingga pasien dapat merasakan peningkatan kualitas kulit yang terus menerus selama 6 bulan kedepan.

“Berbasis pengalaman dermatologi selama 20 tahun, ERHA telah melakukan riset yang tidak putus dalam menganalisa kebutuhan serta efektivitas teknologi produk yang sesuai dengan kulit konsumen Indonesia dan kondisi saat ini. ERHA terus berinovasi untuk memberikan solusi terbaik dalam menangani permasalahan kulit masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan ERHA Acne ACT Scar Treatment yang diharapkan dapat mengembalikan rasa kepercayaan diri masyarakat Indonesia yang memiliki masalah pada perubahan tekstur kulit wajahnya,” jelas Ika Nursantini Noor, General Manager Brand & Product Marketing ERHA Acne ACT.

Reporter: Zacky

Leave a Response