PUANPERTIWI
Celeb & Royals

Kenalan Yuk! Jetsun Pema Ratu Termuda Di Dunia

Puanpertiwi.com – Selama ini kita mengenal Ratu Elizabeth II sebagai Ratu tertua di dunia, yakni 91 tahun. Namun, saat ini ada sang Ratu yang memiliki predikat sebagai Ratu termuda di dunia, yaitu Ratu Bhutan Gyaltsuen Jetsun Pema Wangchuck. Ratu Bhutan ini baru berusia 27 tahun.

Dikutip dari Town&Country, Kamis (7/12), Jetsun Pema mulai mendapat gelar ratu pada 2011, yakni kala ia menikah dengan Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck. Kini di usianya telah menginjak 27 tahun, Ia dinobatkan sebagai Ratu termuda di dunia.

Sebelum menikah, Jetsun sempat mengenyam pendidikan untuk mempelajari Psikologi dan Sejarah Seni di Regent’s College, London, Inggris. Setelah menyelesaikan studinya, Pema kembali ke Bhutan dimana diumumkan bahwa dia akan menikah dengan Yang Mulia (Druk Gyalpo) Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, yang dikenal sebagai Raja Naga.

“Saya telah lama menunggu untuk menikah, tapi tidak masalah bila Anda menikah selama itu kepada orang yang tepat. Saya yakin saya menikah dengan orang yang tepat,” ungkap sang Raja melalui InStyle saat diwawancarai mengenai istrinya.

Selang 5 tahun, pada bulan Februari 2016, mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Jigme Namgyel Wangchuck atau dikenal sebagai The Druk Gyalsey.

Jetsun dikenal sebagai seorang pribadi yang mencintai seni, di mana ia menerima penghargaan saat belajar di India. Di sana, sang ratu mempelajari berbagai macam pelajaran, termasuk bahasa Inggris, sejarah, ekonomi, geografi, dan seni.

6 November 2017, Thimphu: Her Majesty The Gyaltsuen graced a celebration to commemorate the 30th anniversary of the signing of the Montreal Protocol- a United Nations treaty to take steps to protect the ozone layer. Dignitaries and senior officials from the government, UN and private sector also attended the event, which organized by National Environment Commission (NEC). The Montreal Protocol has been the most successful environment treaty of the United Nations, and the only one to receive universal endorsement- where 197 member states unanimously came together to phasing out chemicals that were damaging the Ozone Layer. As a result, more than 99 percent of nearly 100 ozone-depleting chemicals have been phased out, and this has also significantly contributed to climate change mitigation. Protecting the Ozone Layer remains an important endeavor, and these efforts have been bolstered by Her Majesty’s support as the UNEP Ozone Ambassador. The lesson from the success Protocol is being used in efforts to achieve similar collective action for climate change today. A Coffee Table book on 25 Years of Partnership for Environment Conservation, documenting the achievements of the last 25 years, was launched during the event. Refrigeration and Air Condition equipment (RAC) was also handed over to Ministry of Labour and Human Resources to assist the RAC curriculum. In commemoration of the anniversary, the Motithang Park in Thimphu was declared an ‘Ozone Park’. With the support from Thimphu Thromde, the park has been remodeled into an ozone advocacy park, providing information on ozone history and countries’ initiatives for ozone layer protection ever since the ozone hole was discovered in early 1980s. #HerMajesty #QueenJetsunPema #QueenofBhutan #MontrealProtocol #Environment #UNEP #OzoneAmbassador #OzonePark #Thimphu #Bhutan

A post shared by Her Majesty Queen Jetsun Pema (@her_majesty_queen_of_bhutan) on

Pibadi Ratu termuda ini juga dikenal sebagai seorang dermawan. Ratu Jetsun adalah Patron of the Royal Society for Protection of Nature. Ia sangat mencintai kelestarian alam dan lingkungan. Tak hanya itu Jetsun juga bekerja dengan berbagai organisasi amal, termasuk Ability Bhutan Society, Bhutan Kidney Association, dan Bhutan Red Cross Society.

Meski banyak kegiatan sosialnya, Jetsun tetap tak lupa dengan tugasnya sebagai seorang ibu. Ia selalu mengurus segala kebutuhan Jigme dengan tangannya sendiri. Hal itu membuat banyak orang makin kepincut dengan pesona dan kebaikan hatinya.

Kehidupan Pribadi Ratu Jetsun Pema

Jetsun Pema lahir pada tanggal 4 Juni 1990 di Thimphu, ibu kota Bhutan. Jetsun merupakan anak kedua dari lima bersaudara dengan dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan.

Keluarga Jetsun Pema merupakan kalangan orang biasa, tapi punya banyak koneksi dengan keluarga kerajaan. Menurut The Post, Ayah Jetsun merupakan seorang pilot, tapi kakek dari ayahnya merupakan pemimpin di daerah timur provinsi Tashigang dan kakek dari ibunya masih bersaudara degan istri raja Bhutan Kedua.

Reporter: Dian

Leave a Response