PUANPERTIWI
Story

Kekuatan Cinta Mengalahkan Hambatan Dan Kebencian

Puanpertiwi.com – Vera Nanda Putri ditertawakan dan diejek oleh para hater, karena menjalin hubungan dengan pria Korea Selatan. Namun cintanya jauh lebih kuat daripada kebencian yang dilontarkan siapa pun.

Hidup ini penuh dengan kejutan. Dan ini terjadi pada Vera Nanda Putri, yang menemukan cintanya dalam masa dan tempat yang tak terduga. Ceritanya menunjukkan bahwa cinta bisa datang tiba-tiba dan bahwa cinta sejati akan selalu terjadi.

Kisah cinta Vera berawal saat dia terpesona dengan budaya Korea setelah menyaksikan variety show Running Man. Ketertarikannya akhirnya menyebabkan keinginan untuk belajar bahasa Korea. Pada tahun 2015, Vera pergi ke Korea Selatan dan mengikuti kursus bahasa di Seoul National University.

Tahun berikutnya, dia bertemu dengan seorang desainer grafis bernama Jun.
Seperti kebanyakan hubungan, perasaan berkembang dari waktu ke waktu. Tidak berbeda dengan Vera dan Jun. Perasaan saling berubah menjadi perasaan intim. Dan sebelum mereka menyadarinya, keduanya saling mencintai. Tapi perasaan serius Jun, diragukan Vera.

Vera tidak bisa memahami pemikiran bahwa Jun bisa menjadi calon suaminya. Dia memikirkan hambatan yang mereka hadapi. Mereka berdua dari latar belakang budaya yang sama sekali berbeda. Dan yang terpenting, latar belakang agama mereka sangat berbeda.

Karena perbedaan ini, Vera dan Jun berpotensi menghadapi ejekan dan cercaan kebencian saat berbagi hubungan mereka di media sosial dan publik.

Namun dengan semua masalah ini, Vera dan Jun tidak berkecil hati. Mereka tetap bersikap positif terhadap hubungan mereka dan memutuskan untuk beralih ke langkah selanjutnya dalam hubungan mereka
Suatu hari di tahun 2017, Jun menelepon ayah Vera dan melamar untuk menikahi putrinya. Ayah Vera setuju dan Vera bersama Jun sangat gembira.

Vera dan Jun kemudian pergi ke Jakarta untuk secara formal bertemu dengan orang tuanya, di mana Jun membuat proposal resmi.


Mereka secara resmi mengadakan upacara pernikahan dengan adat Minang pada tahun 2017. Mengenai perbedaan budaya dan agama di antara keduanya, mereka menemukan jalan tengah yang sempurna. Mreka menyatukan kedua kelompok Minang dan kebiasaan Korea Selatan.


Meskipun rasanya tidak mungkin menghadapi kesulitan yang rumit, namun mereka menemukan kebahagiaan yang dimimpikan banyak orang. Itulah kisah yang ditulis koreaboo tentang cinta mendalam mereka yang membuat ini bisa terjadi.

Reporter: gilz

Leave a Response