PUANPERTIWI
Celeb & Royals

Alami Pelecehan Seksual, Taylor Swift Berikan Kesaksian Di Pengadilan

Puanpertiwi.com – Pelantun “Blank Space” Taylor Swift Kamis waktu AS memberikan kesaksian dalam sidang kasus pelecehan seksual kepadanya.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari gugatan yang dilayangkan Swift atas tindakan yang diklaim dilakukan oleh Mueller, dalam acara jumpa fans sebelum konser pelantun Red itu di Denver, Juni 2013.

Dalam kesaksiannya, Swift mengaku mengalami pelecehan oleh Mueller yang saat itu ikut dalam acara foto bersama dengan Swift dan kekasihnya. Akibat tudingan Swift, Mueller dipecat dari pekerjaannya.

Mueller membantah tudingan melakukan pelecehan dalam sidang di hari pertama. Di hari ke-dua (9/8/2017), ibunda Swift, Andrea Smith, menyebut sang putri menceritakan kejadian tersebut dan sakit hati karenanya.

Sidang kasus ini dimulai pada Senin (7/8/2017) waktu setempat dan akan berlangsung selama kurang lebih 9 hari. Pemenang Grammy di balik hits Fearless, Bad Blood, dan I Knew You Were Trouble, bersaksi pada Kamis di hari keempat sidang pengadilan federal di Denver.

Swift, salah satu dari artis paling sukses di AS, saat ditanyai oleh pengacara Mueller, Gabriel McFarland, berulang kali mengatakan “klien Anda meraba-raba bokong saya”.

“Itu jelas menggerayangi kok,” kata dia. “Itu disengaja,” kata Swift. Pada persidangan Selasa sebelumnya, Mueller (55) membantah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada Swift.

Ketika ditanya McFarland mengapa bodyguard-nya tidak melindungi dia saat “pria mabuk ini” menggerayanginya, Swift menjawab, “Tak ada yang mengira kejadian itu bakal terjadi. Tak pernah terjadi hal itu sebelumnya. Mengerikan dan mengagetkan.”

Ketika ditanya lagi apa dia mungkin salah orang, Swift menyerang balik, “Dia menggerayangi bokong saya. Saya tahu pasti itu dia.”

Ketika ditanya apa reaksinya ketika Mueller dipecat, Swift menjawab, “Saya cuma tak ingin melihatnya lagi”. Dia juga menyatakan tak terima dituduh sebagai penyebab pemecatan Mueller.

Kasus ini berawal pada Juni 2013, ketika Taylor masih berusia 23 tahun. Ketika tengah konser di Denver, Colorado, Taylor pertama kali bertemu dengan seorang penyiar radio lokal bernama David Mueller. Pada pertemuan itu, keduanya sempat berpose bareng. Di saat itulah Taylor merasa mengalami pelecehan.

“Waktu kita foto bareng (di belakang panggung), dia meremas pantatku. Dan meskipun aku menggoyangkan badan untuk menampiknya, tapi tangannya tetap ada di sana. Dia sengaja. Aku nggak pernah merasa yakin seperti ini,” ungkapnya dalam tuduhannya.

Dilansir dari Reuters, Mueller adalah pihak yang pertama kali mengajukan aduan bahwa Swift telah mengarang cerita pelecehan dan kemudian memaksa KYGO memecat dia dari posisi dengan gaji 150.000 dolar AS per tahun. Swift lalu melancarkan gugatan balik dengan menuntut denda simbolik 1 dolar AS.a

Swift mengaku memberitahukan insiden pelecehan itu kepada manajemen KYGO namun tidak pernah meminta KYGO memecat Mueller.

Mantan DJ itu berusaha membersihkan nama dan mendapatkan ganti rugi dengan berkata kepada pengadilan pekan ini bahwa dia korban tuduhan yang disebutnya sungguh tercela. (Dian)

Leave a Response